Tuesday, March 6, 2018

Akhirnya! Dewan Pengurus Arsenal Melepas Wenger


Dewan pengurus Arsenal sudah memutuskan untuk melepas Arsene Wenger dari jabatan all-controlling manager dan menurunkannya hanya menjadi pelatih kepala.

Dikutip dari The Sun, Wenger sudah mengawasi seluruh bagian dari klub tersebut sejak penunjukkannya pada tahun 1996 lalu. Pengawasan ini pun meliputi transfer dan jual beli pemain.

Namun demikian, dewan pengurus Arsenal termasuk kepala eksekutif Ivan Gazidis, sudah mulai meragukan kapasitas pelatih asal Perancis ini untuk memajukan klub tersebut.

Dewan pengurus pun ingin Wenger lebih berkonsentrasi pada seluruh bidang kepelatihan dan mengembalikan Arsenal ke Liga Champions musim depan.

Sementara itu, direktur sepak bola Raul Sanllehi sudah didatangkan dari Barcelona dan akan mengawasi bagian perekrutan pemain bersama dengan Sven Mislintat yang berasal dari Borussia Dortmund.

Sumber: c.uctalks.ucweb.com
Baca Juga:

Penggawa Arsenal Sengaja Jatuhkan Arsene Wenger?

Gennaro Gattuso: Derbi Milan Adalah Final!

Kapten Fiorentina Davide Astori Meninggal Dunia




Legenda Liverpool : Salah Lebih Mirip CR7 daripada Messi

Performa mengesankan Mohamed Salah bersama Liverpool musim ini menuai banyak pujian dari berbagai pihak. Berkat aksinya tersebut, Salah kerap disamai dengan Lionel Messi. Namun, legenda Liverpool, Jamie Carragher mengungkapkan bahwa bintang asal Mesir tersebut lebih mirip dengan Cristiano Ronaldo ketimbang Lionel Messi.
Seperti yang dilansir dari www.indosport.com (03/02/2018), Jamie Carragher mengungkapkan bahwa Mohamed Salah kini merupakan cerminan Cristiano Ronaldo saat masih membela Manchester United meski mantan pemain Chelsea tersebut memiliki gaya permainan yang mirip dengan Messi.
“Cristiano Ronaldo adalah contoh sempurna bagaimana seorang peran pemain dapat berubah posisi. Ketika masih membela Manchester United, dia sangat suka melakukan penetrasi dari pinggir lapangan dan meneror bagian bek sayap," ungkap Carragher seperti yang dikutip dari www.telegraph.co.uk
Dari penjelasan Carragher dapat disimpulkan bahwa Mohamed Salah memiliki gaya permainan yang sama persis dengan Ronaldo saat masih membel Manchester United. Meski demikian, aksi Salah masih menjadi favorit saat Liverpool menghadapi Newcastle United akhir pekan ini.

Sumber: c.uctalks.ucweb.com
Baca Juga:

Penggawa Arsenal Sengaja Jatuhkan Arsene Wenger?

Gennaro Gattuso: Derbi Milan Adalah Final!

Kapten Fiorentina Davide Astori Meninggal Dunia

Sunday, March 4, 2018

Penggawa Arsenal Sengaja Jatuhkan Arsene Wenger?

Desakan untuk mundur semakin kencang menerpa Wenger setelah The Gunners memasuki fase krisis musim ini.
Para pemain Arsenal memikul tanggung jawab atas 'kematian' Arsene Wenger dengan membiarkan citra sang manajer terus terjatuh, demikian klaim Ian Wright selaku legenda klub.
Gelombang protes agar Wenger meletakkan jabatannya sebagai manajer yang sudah mengemban tugas tersebut selama 22 tahun tersakhir semakin menguat belakangan ini.
Hal itu tak lepas dari dua kekalahan beruntun dengan skor identik 3-0 dari Manchester City dalam kurun waktu empat hari, yakni di final Piala Liga dan lanjutan Liga Primer Inggris.
Kekalahan di Emirates Stadium, Jumat (2/3), semakin membuat The Gunners terpuruk di posisi keenam klasemen sementara Liga Primer, tertinggal 10 poin dari batas aman menuju Liga Champions musim depan.
Menurut Wright, yang pernah dua musim dibesut Wenger, mantan klubnya tak akan mengalami perubahan dengan para pemain dinilainya akan terus membangkan selama diasuh sang manajer asal Prancis.
"Situasi di Arsenal sangat rumit, tapi tidak mengejutkan, karena untuk beberapa tahun terakhir mereka punya banyak pemain yang tak berjuang sungguh-sungguh," klaim Wright kepada Omnisport.
"Manajer punya kepercayaan penuh pada setiap pemain, tapi banyak di antara mereka yang membiarkannya terjatuh dan akan terus seperti itu, yang bisa berujung pada kematian citranya. Bukan manajer, tapi para pemain [penyebab hasil buruk tim]."
"Mereka telah mengambil kebaikannya dan gaya manajerialnya sebagai kelemahan, jadi pada akhirnya sekarang tidak ada pertanggungjawaban, tidak ada konsekuensi atas permainan dan juga performa buruk."
"Itulah posisi tim saat ini. Saya yakin hal itu akan berubah pada suatu fase karena Arsenal adalah klub hebat dan segalanya akan menjadi seperti semula."
"Tapi untuk saat ini kami tengah memasuki fase yang mengerikan, dalam usaha mempertahankan posisi di level top, kami sekarang jauh dari level tersebut," tandasnya.


Sumber:  https://www.fourfourtwo.com/id/news
Baca Juga:

Video Pernikahan Lionel Messi

Analisa: Atletico Madrid, Sang 'Anak Tiri' La Liga yang Berpotensi Menggulingkan Barcelona


Sebelum Antoine Griezmann mampu membobol tujuh kali gawang lawan dalam dua laga baru-baru ini, hampir bisa dibilang tak ada yang begitu peduli dengan performa Atletico Madrid. Kebanyakan penikmat sepakbola Eropa tentu lebih tertarik membicarakan evolusi Manchester City di bawah Pep Guardiola, “Wenger Out” ataupun Jose Mourinho yang masih konsisten bermain membosankan.

Bahkan jika harus melirik ke La Liga Spanyol pun, semuanya tersihir dengan kedigdayaan Barcelona yang unggul jauh dengan 15 poin dari Real Madrid di tempat ketiga klasemen sementara La Liga. Mereka seakan lupa bahwa sebetulnya urutan klasemen itu ada posisi pertama, kedua, ketiga keempat dan seterusnya. Pembicaraan berlarut-larut tentang melempemnya Madrid atas Barca ini mengakibatakan tim yang di posisi kedua tak mendapat atensi lebih. Padahal, tim yang kini ada di posisi kedua tersebut terus bergerilya untuk meneror rival-rivalnya secara senyap.
Atletico Madrid selaku tim yang di posisi kedua tersebut  memang kerap menampilkan hal-hal yang kelihatannya tak begitu menarik untuk dibicarakan. Tersingkir di Liga Champions Eropa sedari fase grup membuat ekspektasi atas tim asuhan Diego Simeone ini menurun. Belum lagi di Copa del Rey, merela pun gagal. Saat bermain di kancah La Liga, skuat Los Cholconeros bertanding seakan untuk tak kebobolan saja. Pun jika harus menang, 1-0 pun sudah cukup untuk membuat para penggemar senang.

Namun kenyataannya, sebagain penggemar Atleti ternyata tidak senang-senang amat dengan penampilan Atletico. Bahkan untuk beberapa alasan, para Atleticos pernah menyoraki pemainnya sendiri. Tanya saja kepada Antoine Griezmann yang pernah kesal sendiri sampai pernah memberi gestur “sshhh” dengan menempelkan jari telunjuknya di mulut ke arah tribun markas Atleti di Wanda Metropolitano.
Laman Marca melaporkan kejadian tersebut dengan deskripsi sepert ini; “Dengan jelas, Antoine Griezmann ingin mengulur-ulur waktu saat melawan Valencia pada hari Minggu, pemain depan Perancis itu ‘memberikan gestur shhh’ untuk pendukung tuan rumah setelah mereka mengkritiknya karena Griezmann dianggap memperlambat serangan balik. Mantan pemain Real Sociedad tersebut menahan bola dan membiarkan waktu terulur tanpa ada keinginan untuk gol kedua, namun fans tuan rumah tidak begitu mengerti akan keputusannya.”
“Namun di saat yang sama, seisi stadion Wanda Metropolitano sangat menginginkan gol kedua Atleti yang akan mengakhiri pertandingan sepenuhnya, dan mereka tidak dapat menerima pilihan Griezmann tersebut. Ketika mendengar kritik penggemarnya sendiri, seorang Griezmann yang jengkel menanggapi dengan mengangkat jarinya ke bibirnya dengan jelas kepada orang banyak.”
Saat itu, Atletico menang dengan skor 1-0 saja dari Valencia. Bagi skuat dan pelatih Atletico, asal menang dan tak kebobolan, mungkin semua itu sudah cukup. Memang 1-0 atau menang dengan skor 5-1 sama-sama bernilai tiga poin. Setidaknya, meski membosankan, toh Atleti masih berupaya kompetitif di kancah La Liga dengan menempel ketat Barcelona sepanjang musim. Buktinya, di awal 2018 ini saja, mereka mampu menang delapan kali dan imbang sekali tanpa sekalipun menelan kekalahan di kancah La Liga.

"Memiliki dia (Costa) di lini depan mampu memberi saya banyak kebebasan, dan saya dapat melakukan apa yang paling saya sukai, yaitu menerima bola di sayap dan masuk ke dalam (kotak penalti lawan)," kata Griezmann kepada Radio Onda Cero dilansir laman ESPN. "Ini juga memberi saya referensi dalam serangan, Costa adalah tipe pemain yang akan berduel dengan bek lawan dan saya di sana akan menunggu rebound (darinya)."

Salah satu yang signifikan dari kehadiran Costa untuk Griezmann adalah jumlah golnya. Sebelum Costa bergabung di paruh pertama musim ini hingga Desember 2017 lalu, pemain asal Perancis ini tercatat hanya membuat lima gol saja. Sedangkan saat ini (sejak awal 2018), ia sudah mencetak 10 gol dalam kurun waktu dua bulan dan catatan ini masih akan terus bertambah di pekan-pekan mendatang. Costa sendiri sudah mencetak tiga gol dan tiga assist sejauh ini.
"Diego Costa memberi kami kecepatan, ancaman dan dia mentransmisikan rasa takut (untuk lawan). Kami terus berjalan dengan cara yang sama, dengan ancaman serangan yang lebih kuat karena Costa meningkatkan serangan dan Vitolo akan melakukan hal yang sama dengan permainan transisinya," ungkap Simeone pasca Costa membuat gol perdananya pada edisi comeback ini beberapa pekan lalu.

Secara skema permainan sendiri, Simeone jelas mengatakan bahwa Atleti secara umum akan berjalan dengan cara yang sama dan akan selalu begitu. Formasi 4-4-2 kesukaannya akan selalu ia pakai namun dengan berbagai variasi, terutama dengan ketersediaan pemain-pemain sayap yang lebih eksplosif. Ia bisa menaruh Vitolo dan Angel Correa Secara bersamaan. Bahkan jika perlu, Griezmann pun bisa ia tempatkan di sayap kanan dan memasang Fernando Torres dan Costa di lini depan jika ia membutuhkan gol. Selain itu, pemain-pemain muda seperti Thomas Partey, Saul Niguez, Angel Correa ataupun Jose Gimenez sudah mulai bisa menjadi tulang punggung Atleti saat mereka diandalkan sebagai starter bersama pemain senior yang lainnya.
Meski dengan skema yang sama, namuan ada berbagai pendekatan yang digunakan Simeone saat menghadapi lawan yang berbeda. Saat melawan Sevilla di pekan lalu, misalnya. Tim asuhan Vicenzo Montella  yang bisa dibilang cukup gemar memainkan bola sedari belakang, ditekan habis-habisan oleh Atleti dengan pressing garis tinggi. Buktinya, empat dari lima gol Atleti saat itu tercipta dari keahlian Atleti dalam melalukan pressing dan mencuri bola dari lawan di area berbahaya. Sedangkan saat menghajar Leganes beberapa hari lalu, Atleti bermain menyerang dengan cukup rapi untuk membongkar pertahanan rapat Leganes. Sebagai informasi, Sevilla adalah tim yang menyingkirkan Atleti dari Copa dan Leganes pernah menahan imbang Atleti di putaran pertama.

Namun satu yang pasti, dari sekian banyaknya kemajuan terutama di lini serang pasca kedatangan Costa, pertahanan Atleti juga perlu diberikan kredit lebih karena berkat mereka, Atleti adalah tim paling sedikit kebobolan dengan baru kebobolan 11 gol di La Liga sejauh ini. Urusan tak kebobolan oleh lawan ini memang menjadi ciri khas tersendiri bagi tim asuhan Simeone.
Bahkan saat awal musim di mana lini depan mereka tak begitu layak untuk dipuji karena performanya, lini belakang Atleti tetap konsisten untuk jarang kebobolan.  Dari 11 gol tersebut, 7 diantaranya kebobolan lewat open play, tiga lewat set piece dan sekali lewat penalti. Laman WhoScored pun mencatat tak ada sama sekali gol yang diderita Altei berkat serangan balik. Ini menandakan bahwa Atleti adalah salah satu tim terbaik dalam aspek transisi bertahan di La Liga.
Menumbangkan Barca di Camp Nou akhir pekan ini artinya akan memperlebar jalan menuju gelar juara La Liga bagi Atleti musim ini. Selisih poin yang kini hanya lima, nantinya akan berkurang menjadi dua poin. Atau bahkan jika Atleti hanya mampu bermain imbang saja dengan Barca, setidaknya mereka bisa berharap banyak kepada Barca yang mulai kekurangan bensin dengan gemar buang-buang poin di tahun 2018 ini. Lagipula, masih ada Europa League yang juga pantas untuk diperjuangkan. Agar di penghujung musim nanti, Atleti tak begitu menyesal telah terperosok ke Europa League dari fase grup UCL karena akan mendapatkan trofi lain dari kompetisi kasta kedua tersebut.


Sumber:  https://www.fourfourtwo.com/id/news
Baca Juga:

Video Pernikahan Lionel Messi

Gennaro Gattuso: Derbi Milan Adalah Final!

Pelatih AC Milan itu menegaskan derbi Milan kali ini layak partai final, yang mempertaruhkan tiket ke Liga Champions musim depan.

Derby della Madonnina antara AC Milan dan FC Internazionale segera tersaji di San Siro, pada giornata 27 Serie A Italia, Minggu (4/3).
Kali ini Milan jadi unggulan walaupun berada dua tingkat di bawah Inter pada klasemen sementara. Hal itu terjadi karena Patrick Cutrone cs tak terkalahkan dalam 13 laga terakhir di semua kompetisi. Namun pelatih I Rossonerri, Gennaro Gattuso, menolak jemawa.
Gattuso ingin timnya tetap rendah hati, tapi juga berharap bisa memandang duel ini sebagai final karena akan menentukan kans Milan rebut tiket Liga Champions musim depan.

"Kami harus tetap rendah hati, hormat terhadap Inter dan sadar akan apa yang harus kami lakukan. [Di klasemen sementara] Mereka masih bisa terpeleset, tapi kami tidak lagi bisa," tutur Gattuso, seperti dikutip Sky Sports Italia.
"Kami tidak boleh menahan diri. Saya bahkan tidak ingin mendengar kata 'kelelahan' dari para pemain. Tidak ada alibi. Saya ingin sebelas pemain di lapangan yang bagai terbakar api dalam laga besok."
"Jika kami ingin memikirkan tiket ke Liga Champions, laga ini seperti final. Kami sudah banyak berjudi. Hal yang paling saya takutkan adalah sejarah derbi, karena biasanya tim yang sedang kesulitan [dalam kasus ini Inter] cenderung menang."

"Saya tidak suka orang mengatakan kami adalah favorit, karena di klasemen sementara Inter punya delapan poin di atas kami," pungkasnya.



Sumber:  https://www.fourfourtwo.com/id/news
Baca Juga:

Video Pernikahan Lionel Messi

Kapten Fiorentina Davide Astori Meninggal Dunia

Meninggalnya Astori secara mendadak memaksa duel Udinese kontra Fiorentina ditunda.
Kabar mengejutkan datang dari Italia setelah dikonfirmasi bahwa kapten Fiorentina Davide Astori ditemukan meninggal dunia di kamar hotel tim di Udine pada Minggu (4/3) ini.
Laporan sejumlah media di Italia menyebutkan, bek berusia 31 tahun itu meninggal saat tertidur dan kematiannya yang mendadak ini membuat duel tandang La Viola kontra Udinese terpaksa ditunda.

Fiorentina membenarkan kabar tragis yang menimpa kapten timnya tersebut. Lewat pernyataan resminya di Twitter, klub asal Florence itu menyatakan: “Dengan kesedihan mendalam Fiorentina menyampaikan kabar bahwa kapten Davide Astori meninggal dunia, yang disebabkan karena sakit mendadak.

“Atas situasi yang menyedihkan dan rumit ini, dan terutama untuk menghormati keluarganya, kami meminta kepekaan media.”

Sementara itu, ucapan belasungkawa juga dilontarkan oleh Udinese, yang sejatinya akan menjadi lawan Fiorentina dalam lanjutan Serie A pekan ke-27.
“Udinese Calcio begitu terpengaruh dengan kabar tragis dan mendadak dari kapten Fiorentina Davide Astori. Kami turut berdoa untuk keluarga, teman-teman dan rekan setimnya serta ACF Fiorentina untuk saat ini, kepada mereka kami mengucapkan belasungkawa mendalam.”

Sampai saat ini belum ada kepastian mengenai penjadwalan ulang dari duel yang mempertemukan kedua kubu. Lebih dari itu, laga Serie A lainnya seperti Genoa kontra Cagliari kabarnya juga diundur.

Astori pernah memperkuat Cagliari dari 2008 sampai 2014, sebelum kemudian bergabung dengan Fiorentina secara permanen pada 2016 lalu.
Sumber: https://www.fourfourtwo.com/id/news/
Baca Juga:

Thursday, March 1, 2018

Gabung MU, Karir Wonderkid Ini Diprediksi Bakal Mati


 Pelatih Fulham, Slavisa Jojanovic kembali angkat suara mengenai rumor ketertarikan Manchester United terhadap pemain mudanya, Ryan Sessegnon. Jokanovic menilai Sessegnon belum siap untuk bermain untuk tim sebesar MU, sehingga ia harus bertahan lebih lama di Fulham.

Nama Sessegnon sendiri mulai mencuat di permukaan pada awal musim lalu. Masih berusia 17 tahun, ia sudah menjadi langganan starter di Fulham sebagai bek kiri atau sebagai pemain sayap kiri.

Penampilan menggoda sang youngster ini kabarnya menarik perhatian Jose Mourinho. Pelatih Setan Merah itu dikabarkan menginginkan Sessegnon untuk segera bergabung ke Old Traffrod pada musim panas nanti.

Jokanovic sendiri mengaku senang dengan ketertarikan MU terhadap pemainnya, kendati ia menilai masih terlalu prematur bagi Sessegnon untuk pindah ke klub sebesar MU. "Ya, dia memiliki segala yang dibutuhkan untuk menjadi pemain besar," ujar Jokanovic kepada Talk Sports.

"Banyak orang sudah melihat bagaimana permainannya. Dia berkembang dengan pesat baik sebagai seorang pemain dan juga sebagai seorang pria."

"Saya rasa untuk saat ini dia akan jauh lebih berkembang jika bermain bersama kami, ketimbang untuk 5 tim papan atas Premier League. Saya rasa kami bisa memberikan apa yang dia butuhkan dan saya sangat bangga dan senang dia masih bersama kami."

"Di usianya yang masih muda, dia sudah berkompetisi melawan pemain yang jauh lebih dewasa. Melakukan hal tersebut untuk anak seusianya tentu merupakan sesuatu yang fantastis." tutup juru taktik Fulham tersebut.

Sumber: http://id.ucnews.ucweb.com
Baca Juga: